Di taman pulau, ruang terbuka sama pentingnya dengan bangunan. Konsepnya menempatkan dua kubah kaca geodesik yang ringan di tengah lanskap, dengan gerbang selamat datang dan jalan setapak berportal kayu bersudut yang menuntun pengunjung masuk.
Konteks
Pulau Panjang terletak di Teluk Banten, di lepas pantai utara Banten. Proyeknya adalah taman publik dengan program edukasi di pulau itu, dan saya mengerjakannya dari April 2019 sampai Desember 2020, di masa Maxis Studio, di sela kuliah arsitektur di Universitas Diponegoro. Berbeda dengan tugas kuliah, ini proyek nyata.
Saya memegang konsep, program ruang, dan visualisasinya. Proyek ini tetap berupa konsep.
Desainnya
- Dua kubah kaca geodesik sebagai bangunan utama: cangkang ringan dari rangka baja segitiga dan kaca, bersisian dan tersambung, dengan pintu masuk berkaca.
- Gerbang selamat datang beratap pelana yang menandai pintu masuk taman.
- Jalan setapak berportal kayu bersudut yang membingkai jalur di antara tanaman.
Pelajaran
Fasilitas publik dinilai dari ruang terbukanya lebih dulu. Di lahan pulau, bangunan adalah nomor dua; yang penting adalah bagaimana orang tiba, di mana mereka berkumpul, dan apa yang dilakukan pemandangan saat mereka sampai di sana.
Sedang menggarap ruang publik?
Saya senang berdiskusi soal desain konsep dan visualisasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Konsep taman edukasi publik di Pulau Panjang, Banten, yang dirancang Nugraha Labib Mujaddid dari April 2019 sampai Desember 2020, dengan dua kubah kaca geodesik sebagai bangunan utamanya.
- Belum. Ini proyek nyata, bukan tugas kuliah, tetapi masih di tahap konsep.





