Proyek yang menu­tup kuliah arsi­tek­tur saya, lulus cum laude dengan IPK 3,65 dan diter­bitkan seba­gai poster. Dua aturan mem­ben­tuk­nya: setiap kamar meng­ha­dap laut, dan sinar mata­hari lang­sung tidak meng­e­nai fasad.

Konteks

Ini tugas akhir sar­jana arsi­tek­tur saya di Uni­ver­si­tas Dipo­ne­goro, disi­dangkan pada Desem­ber 2021 dengan Erni Setyo­wati seba­gai dosen pem­bim­bing dan Moham­mad Sahid Indras­wara seba­gai dosen penguji. Proyek ini menu­tup kuliah yang saya sele­sa­ikan dengan pre­di­kat cum laude dan IPK 3,65, seta­hun sete­lah desain hotel per­tama saya, resor bin­tang 3 di Guci.

Alasan mem­ba­ngun resor dimu­lai dari angka: Kabu­pa­ten Jepara mene­rima 2.190.231 wisa­ta­wan pada 2017, 2.601.528 pada 2018, dan 2.787.734 pada 2019, menu­rut Dinas Pari­wi­sata dan Kebu­da­yaan setem­pat. Arus wisa­ta­wan yang terus naik butuh tempat meng­i­nap di tepi laut.

Hotel resort dilihat dari jalan masuk.

Tapaknya

Lahan kosong dan datar seluas seki­tar 17.500 m² di pesi­sir Jepara, dipi­lih karena pan­da­ngan­nya ke laut dan akses­nya dari jalan utama. Ren­cana tata ruang setem­pat mene­tapkan batas­nya: koe­fi­sien dasar bangunan 60 persen, koe­fi­sien lantai bangunan 4,2 dengan mak­si­mum tujuh lantai, garis sem­padan bangunan 23 m, dan sem­padan pantai 100 m.

Analisis tapak: lintasan matahari, pandangan ke laut, akses, dan zonasi.

Desainnya

Poster meru­muskan ran­cangan ini lewat dua pen­de­katan: arsi­tek­tur Neo Ver­na­ku­lar, dan per­en­ca­naan pasca pan­demi COVID-19, yang di sini ber­arti jarak lewat sir­ku­lasi yang lebih lega atau kapa­si­tas yang diku­ra­ngi, serta udara segar lewat ven­ti­lasi silang atau bukaan di tiap ruang. Ana­li­sis tapak lalu men­jadi empat lang­kah:

  • Kulit kedua berupa kisi pada fasad yang ter­kena sinar mata­hari lang­sung.
  • Massa meng­ha­dap laut, dengan bidang trans­paran dan ter­buka yang dimak­si­malkan supaya tamu meli­hat laut dari kamar.
  • Satu pintu masuk dari jalan utama, menuju lima zona: umum, servis, penun­jang, meng­i­nap, dan penge­lola.
  • Massa utama meman­jang utara ke selatan untuk memak­si­malkan cahaya alami.

Ben­tuk­nya lahir dari studi massa: balok polos dulu, lalu bagian depan, yang paling dekat dengan jalan masuk, dileng­kungkan ke dalam untuk cahaya alami dan kesan per­tama yang lebih ramah dengan taman di depan­nya. Bagian bela­kang yang meng­ha­dap pantai diben­tuk serupa, sehingga selu­ruh massa ter­baca seba­gai satu bentuk yang meng­a­lir, yang menu­rut poster dia­do­psi dari bentuk air.

Tahap 1: balok polos memanjang di tapak.

Site plan

Massa utama berada di sisi jalan. Di bela­kang­nya ada kolam ber­ben­tuk orga­nik dengan gazebo bundar, serta sepu­luh cot­tage ber­a­tap lancip dalam dua kelom­pok, dihu­bungkan jalan seta­pak kayu dan dita­rik mundur supaya masing-masing punya pan­da­ngan­nya sen­diri. Dua area parkir, taman ber­main, dan bun­daran dengan air mancur meleng­kapi ren­ca­na­nya.

Site plan.

Tampilan desainnya

Tampak udara dengan kolam dan cottage.

Walkthrough hasil render (1:16) oleh LAB.in Studio, diunggah Maret 2022.

Pelajaran

Dua aturan di slide per­tama meng­er­jakan seba­gian besar desa­in­nya: setiap kamar meng­ha­dap laut, dan sinar mata­hari lang­sung tidak meng­e­nai fasad. Leng­kung­nya men­ja­wab aturan per­tama dan kulit kisi­nya men­ja­wab aturan kedua, dan hampir setiap kepu­tusan sesu­dah­nya, dari cot­tage sampai kolam, adalah akibat dari kedu­a­nya.

Pertanyaan yang sering diajukan

  • Hotel resort bintang 4 di tapak pantai Jepara, disidangkan pada Desember 2021 untuk gelar Sarjana Arsitektur di Universitas Diponegoro dan diterbitkan sebagai poster di Jurnal Poster Pirata Syandana.
BagikanLinkedInXWhatsApp