# Riset terbit: mengapa mahasiswa tetap membeli air kemasan

> Makalah bersama di Jurnal Lentera Bisnis (Januari 2026): 183 mahasiswa universitas swasta di Tangerang menunjukkan kenyamanan dan persepsi risiko mendorong air kemasan, sedangkan pengetahuan dan stasiun isi ulang menguranginya.

**TL;DR** Makalah yang saya tulis bersama empat rekan di Magister Manajemen New Ventures Innovation Universitas Prasetiya Mulya, terbit di Jurnal Lentera Bisnis (SINTA 4) pada Januari 2026: survei terhadap 183 mahasiswa S1 universitas swasta di Tangerang menunjukkan kenyamanan dan persepsi risiko mendorong mahasiswa ke air kemasan, sedangkan pengetahuan dan infrastruktur isi ulang menariknya menjauh.

## Pertanyaannya

Air minum kemasan sekali pakai tetap populer di kampus, padahal risiko kesehatan mikroplastik makin dikenal. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya membuat mahasiswa membeli botol berikutnya: apa yang mereka ketahui, seberapa praktis, apakah mereka percaya pada alternatifnya, apa yang dilakukan teman-temannya, atau apakah ada stasiun isi ulang di dekatnya.

Modelnya menggabungkan Theory of Planned Behavior dengan model Knowledge, Attitude, and Practices, lalu menguji lima faktor terhadap perilaku konsumsi air minum.

*Model penelitian: lima hipotesis, dari pengetahuan lingkungan dan kesehatan sampai kontrol perilaku.*

## Cara mengukurnya

- **183 responden**: mahasiswa S1 aktif di universitas swasta di Tangerang yang minum air di kampus, dipilih dengan purposive sampling.
- **Kuesioner daring** dengan skala Likert lima poin.
- **Structural equation modelling (SEM-PLS)** di SmartPLS, setelah uji validitas dan reliabilitas.

## Temuannya

- **183** responden
- **0.590** R², perilaku yang dijelaskan kelima faktor
- **4 of 5** faktor berpengaruh signifikan

*Uji hipotesis (signifikan bila p < 0,05 dan T > 1,96)*

| Faktor | Arah | p | T | Hasil |
| --- | --- | --- | --- | --- |
| Pengetahuan lingkungan dan kesehatan | Negatif | 0.004 | 2.888 | Signifikan |
| Kenyamanan | Positif | 0.008 | 2.650 | Signifikan |
| Persepsi risiko sumber air lain | Positif | 0.037 | 2.089 | Signifikan |
| Norma sosial | Positif | 0.084 | 1.729 | Tidak signifikan |
| Kontrol perilaku (stasiun isi ulang, botol sendiri) | Negatif | 0.033 | 2.135 | Signifikan |

Mahasiswa yang lebih paham dampak kesehatan dan lingkungannya membeli lebih sedikit air kemasan, dan stasiun isi ulang yang mudah dijangkau juga menurunkan konsumsi. Kenyamanan dan keraguan terhadap keamanan sumber air lain mendorong ke arah sebaliknya. Apa yang dilakukan teman tidak berpengaruh signifikan: keputusannya ternyata rasional, bukan sosial.

## Yang bisa dilakukan kampus

- **Taruh faktanya di tempat airnya**: edukasi kesehatan soal mikroplastik langsung di mesin isi ulang.
- **Lebih banyak titik isi ulang**, supaya stasiun selalu lebih dekat daripada mesin penjual.
- **Mesin yang bersaing dalam kepraktisan**: cepat dan mudah dipakai, dengan kualitas air seperti TDS dan pH yang tampil langsung.

## Keterbatasan

Penelitian ini lintas-waktu tunggal (cross-sectional), hanya mencakup universitas swasta, dan bergantung pada perilaku yang dilaporkan sendiri, sementara 41 persen variasinya dijelaskan faktor lain. Eksperimen lapangan dengan stasiun isi ulang dan kajian sensitivitas harga adalah langkah berikutnya yang wajar.

**Makalahnya**
- Judul: Analisa Perilaku Konsumsi Air Minum dan Kepedulian terhadap Keberlanjutan pada Mahasiswa Universitas Swasta Strata 1 di Kabupaten Tangerang
- Jurnal: Jurnal Lentera Bisnis, vol. 15 no. 1, Januari 2026, halaman 610 sampai 624
- Penerbit: Politeknik LP3I Jakarta
- Akreditasi: SINTA 4
- Penulis: Andrian, Gasza Ariatedya Bawono, Nugraha Labib Mujaddid, Muhammad Akbar Rafsanjhani, Parhimpunan Simatupang
- Afiliasi: Magister Manajemen New Ventures Innovation, Universitas Prasetiya Mulya
- DOI: 10.34127/jrlab.v15i1.2009

**Baca makalahnya**
- [Makalah di situs jurnal](https://plj.ac.id/ojs/index.php/jrlab/article/view/2009): Jurnal Lentera Bisnis, vol. 15 no. 1
- [PDF](https://plj.ac.id/ojs/index.php/jrlab/article/download/2009/1402): 15 halaman, berbahasa Indonesia
- [DOI 10.34127/jrlab.v15i1.2009](https://doi.org/10.34127/jrlab.v15i1.2009): Tautan permanen

Source: https://nugrahalabib.com/id/writing/bottled-water-sustainability-study
Author: Nugraha Labib Mujaddid (https://nugrahalabib.com)
Published: 2026-01-20. Updated: 2026-09-25.
